Archive for the 'Uneg-Uneg' Category

The Power of Kepepet

Friday, June 19th, 2009

“Seandainya sekarang Anda tidak memiliki uang tabungan. Penghasilan pun
kurang dari 5 juta sebulan. Apakah Anda bisa mendapatkan uang 50 juta, jam
9 esok hari?” Saat saya menanyakan pertanyaan ini kepada peserta seminar,
hampir semua menjawab, tidak bisa. Kenapa? Karena mereka mengukur
kemampuannya berdasarkan kondisi normal mereka. Dengan penghasilan 5 juta
perbulan, jika saving-nya 2 juta perbulan, maka perlu 25 bulan untuk
mendapatkan 50 juta.

Bagaimana jika pertanyaan saya ubah? Seandainya, malam hari ini,
anak Anda atau orang yang paling Anda sayangi mendadak sakit keras. Dokter
mendiagnosa ada sebuah tumor ganas yang harus dioperasi besok juga, jika
tidak, maka nyawanya akan melayang. Sedangkan operasi hanya bisa
dilaksanakan jika Anda menyerahkan uang tunai sejumlah 5 juta rupiah
sebelum jam 9 esok hari. Bagaimana? Apakah Anda masih akan mengatakan tidak
bisa? Mayoritas akan menjawab, “Harus bisa”. Kenapa? Karena kepepet, jika
tidak, nyawa orang yang kita cintai tsb akan melayang.

Jadi sebenarnya jika dalam kondisi yang kepepet dan tidak
diberikan pilihan untuk “tidak bisa”, manusia akan mencari jalan untuk
berpikir “bagaimana harus bisa”. Tetapi kenapa sukses, kaya, membahagiakan
orang tua atau keluarga, seolah bukan suatu kebutuhan yang mendesak?
Sesungguhnya manusia telah diciptakan dengan potensi luar biasa, di luar
apa yang kita pikirkan. Hanya saja potensi tersebut seringkali hanya akan
keluar pada kondisi terdesak, seperti seorang nenek bisa melompat dari
gedung setinggi 5 meter, saat kebakaran.

KEPEPET VS IMING-IMING

Ada 2 sebab yg membuat orang tak tergerak untuk berubah. Yang
pertama adalah impiannya kurang kuat, yang kedua tidak kepepet. Dua hal
tersebut yang seringkali disebut orang sebagai motivasi. Kesalahan fatal
yang timbul oleh sebagian besar motivator ataupun trainer motivasi lainnya
adalah hanya menggunakan impian sebagai ‘iming-iming’ untuk menggerakkan
audiens. “Apa Impian anda? Siapa yang impiannya punya mobil mewah? Rumah
mewah? atau bahkan kapal pesiar?” Memang, saat di ruang seminar, mereka
sangat terbawa dan termotivasi oleh sang motivator. Tapi masalahnya,
sepulang dari seminar, mereka dihantam kemalasan, mungkin juga
halangan-halangan bahkan seringkali oleh orang-orang yang mereka sayangi.
Apa jadinya? Mereka tetap diam ditempat.

Contoh yang kedua, ada seorang salesman yang bekerja di suatu
perusahaan. Seperti perusahaan lainnya, mereka menerapkan sistem bonus.
“Jika anda mencapai target yang telah ditentukan, maka anda akan mendapat
bonus jalan-jalan keluar negeri!” kata managernya. “Gimana, semangat?”
lanjut manager berinteraksi. “Semagaat..ngat. .ngat!” sambut salesman,
sambil mengepalkan tangannya seolah siap tempur. Bulan demi bulan pun
berlalu tanpa pencapaian target. Kemudian si manager bertanya,”Apa bonus
yang aku tawarkan kurang besar?”. “Enggak kok Pak, cukup besar,
mudah-mudahan bulan depan tercapai Pak”. Setelah 3 bulan masa ‘iming-iming’
tak berhasil, si manager mulai mengubah strategi. Dia berteriak agak
menekan di dalam meetingnya,”Pokoknya, jika anda tidak bisa mencapai target
penjualan yang sudah saya tetapkan, anda saya PECAT!”. Nah, keluarlah
keringat dingin si salesman. Sekeluar dari ruangan dia langsung menyambangi
calon-calon customernya, kerjanyapun semakin giat. Malas, malu, nggak
pe-denya hilang seketika. Kok bisa? Karena KePePet! Yang dia pikirkan, jika
dia tidak dapat memenuhi target, dia akan dipecat. Jika dipecat,
penghasilannya akan nol. “Trus anak istriku makan apa?” pikirnya. Anehnya,
target penjualan yang selama ini tidak pernah tercapai, bisa juga
terlampaui. Itulah yang disebut The Power of Kepepet.

97% orang termotivasi karena Kepepet, bukan karena iming-iming.
Maka dari itu ada pepatah mengatakan bahwa “Kondisi Kepepet adalah motivasi
terbesar di dunia!”. Banyak perusahaan mengkampanyekan Visi besarnya kepada
seluruh karyawannya. Apa jawab mereka? “Emang gua pikirin!”. Bukannya salah
karyawan yang tidak peduli terhadap visi perusahaan, tapi karena visi itu
tak terlihat oleh karyawan. Mereka lebih termotivasi oleh sesuatu yang
berupa ancaman, baik situasi dimasa mendatang ataupun berupa punishment.
John P. Kotter (Harvard Business Review) mengemukakan “Establishing Sense
of Urgentcy” adalah langkah pertama untuk menggerakkan perubahan dalam
suatu organisasi. Dengan melihat ancaman-ancaman terhadap kompetisi dan
krisis, membuat mereka tergerak, sebelum mengkomunikasikan visi. Fungsi
Visi adalah memberikan arah, sedangkan The Power of Kepepet yang mendorong
untuk bergerak.

MENCIPTAKAN KONDISI KEPEPET

Coba amati biografi orang-orang sukses, banyak dari mereka yang
‘kepepet’ sebelumnya. Seperti pegas, saat kita tekan, maka akan menimbulkan
gaya tolak yang lebih besar. Trus, apa yang harus kita lakukan? Cara
pertama untuk mengeluarkan ‘potensi kepepet’ kita, dengan cara
menvisualisasikan (membayangkan) seolah-olah kita dalam kondisi kepepet,
maka kita akan memfungsikan organ tubuh dan hormon-hormon kita, bekerja
secara maksimal. Misalnya, bayangkan jika hari ini Anda di-PHK, apa yang
Anda rasakan?

Cara kedua, menciptakan kondisi kepepet secara fisik. Misalnya
dengan berhutang untuk modal usaha, secara otomatis akan membuat kita
termotivasi untuk mengembalikan hutang. Atau, bisa juga kita terima orderan
langsung, meskipun usaha belum mulai. Ada juga yang memberanikan diri
membayar DP (uang muka) sewa ruko/ kios, setelah itu terpaksa berpikir
bagaimana melunasinya. Jika Anda masih single dan tidak punya tanggungan
keluarga, mungkin Anda mau langsung mencoba keluar kerja dan mulai usaha?!
Semua itu pilihan Anda lho, jangan salahkan saya untuk risikonya.
Tergantung dari karakter masing-masing orang. Saya menempuh cara yang
terakhir, cukup konyol, tapi berhasil. Namun jangan lupa, Integritas dan
Kredibilitas tetap harus dijaga.

Cara manapun yang akan Anda pilih, yang penting MELANGKAH,
jangan kebanyakan mikir atau sekedar membaca tulisan saya ini. Karena
kehidupan Anda tidak akan berubah hanya dengan membaca, tapi dengan ACTION.

“Jika rasa sakit terhadap kondisi sekarang tidak kuat, orang tak akan
beranjak untuk berubah”

Tulisan di atas hanya sebagai motivasi untuk anda. Kejadian ini juga saya alami. Ketika tidak punya uang dan pekerjaan, bisnis internet adalah salah satu cara menghasilkan uang.

Ketika dalam keadaan kepepet, saya bisa mengeluarkan ide-ide dan bersemangat menjalankan bisnis internet. Namun, ketika semuanya sudah terpenuhi, seringkali rasa malas muncul kembali.

Jika kita kaitkan tulisan di atas dengan bisnis internet, buatlah diri anda seakan-akan dalam keadaan kepepet, sehingga anda akan terus berusaha dan belajar mendapatkan uang dari internet.

Selamat berbisnis internet. Ingat! gunakan jurus kepepet jika anda terjebak dalam rasa malas mencari uang di internet. Kita pasti bisa!!

Berapa penghasilanmu dari Adsense?

Tuesday, July 1st, 2008

Kemarin lagi chat sama teman-teman lama. Kebetulan kami sama-sama jalankan bisnis internet. Iseng-iseng kami ngomong tentang adsense. Saya tanya, “Udah berapa sekarang penghasilan adsense per bulan?” Dia jawab,”Ya, lumayanlah cukup untuk beli motor.”

Lalu saya tanya apa rahasianya??
Dia bilang perlu waktu dan kesabaran untuk dapat hasil seperti itu. Tidak ada rahasia yang spesifik, hanya SEO biasa saja. Dia juga mengatakan untuk mendapatkan traffik hingga 30 ribu per hari yang penting konsistensi dan rajin-rajin update website dengan content original, bukan copy paste. Dia juga bilang kalau dia masih biasa saja bukan master adsense (wow, bisa beli motor tiap bulan masih biasa saja??). Dia bilang masih ada master yang lain yang traffik websitenya sampe 100 ribu lebih. Lalu saya tanya siapa orangnya. Ternyata master adsense yang dikatakan oleh teman saya, adalah teman chat bisnis internet saya yang lain.

Kebetulan saat itu dia online, pembicaraan pun berlanjut. Namun, seperti biasa, kalau orang yang sukses dan penghasilannya besar, biasanya suka merendah. Susah juga mengorek informasi dari orang seperti ini:(

Dia bilang hanya menggunakan SEO biasa saja dan perlu waktu dan kesabaran jika anda bermain di adsense. Pembicaraan kami terpaksa terputus karena dia bilang ingin menidurkan anaknya dulu. Ya, mungkin lain kali kalau dia online, saya akan tanya-tanya banyak dan akan coba saya sharingkan di blog ini.

Inti dari bisnis adsense adalah konsistensi dan kesabaran. Jika anda ingin memulai bisnis adsense, maka anda harus bersabar dan jangan mudah menyerah. Cobalah berdiskusi dengan sesama pemain adsense di forum adsense Indonesia. Silakan kunjungi Forum Adsense Indonesia untuk berbagi dan saling berdiskusi dengan teman-teman adsense dari seluruh Indonesia.

Beli Dinar Iraq atau Gak Ya?

Friday, March 28th, 2008

Semenjak tahun lalu, berita gembar gembor investasi Dinar Iraq makin meraja lela. Begitu banyaknya sampai-sampai ada juga yang jual Dinar Iraq palsu. Kasian amat yang dah beli Dinar Iraq palsu.

Sebernarnya tergiur juga sih untuk beli Dinar Iraq… tapi apakah segampang itu prediksi yang mereka lalukan? Di salah satu website yang menjual Dinar Iraq di Indonesia, di angan-angankan bahwa dengan membeli dinar Iraq kurang dari 1 juta, nantinya bisa (prediksi) mendapatkan keuntungan sebesar 1 milliar. Pusing gak tuh? Bisa kaya mendadak kalau prediksinya benar.

Yang membuat saya tambah bingung, kalau dia begitu yakin dengan prediksinya, ngapain juga stok dinar Iraqnya dia jual ke masyarakat? Kenapa gak dia simpan sendiri aja dan nantinya semua profitnya bisa dia nikmati? Jangan bilang karena mau bagi-bagi rejeki yah…. Soalnya bisnis is bisnis… kalau mau bagi-bagi rejeki.. ya dikasi gratis aja dinar Iraqnya sebagian. Toh dia dah punya banyak. Apakah dinar Iraq (dalam bentuk fisik) yang kita pegang tidak akan diganti nantinya oleh pemerintah. Kalau diganti, gimana tukarnya?

Ada teman saya juga yang sudah beli dan ketika ditanya kenapa beli? Dia cuman bilang “Yah… itung-itung nyobain… kalo gak benar kan rugi 1 juta (kurang)… kalau benar kan gw jadi millioner”. Capeee deh… susah emang kalau sudah “kemakan” janji-janji yang diberikan. Kalau aja ada 1000 orang yang kayak dia. Dah jadi millioner tuh penjual dinar Iraq di Indonesia.

Saya emang belum banyak research mengenai Dinar Iraq ini. Gimana menurut anda?

Kirim dan Terima Uang dari Paypal Indonesia - Berita Baik

Saturday, September 29th, 2007

Masi inget postingan mengenai paypal sudah terima indonesia tapi baru bisa kirim uang? Setelah satu tahun akhirnya paypal sudah menerima indonesia untuk terima uang juga. Jadi sekarang indonesia sudah legal untuk send dan receive fund :D

Untuk terima uang, paypal menyediakan 1 cara. Lewat US bank (tanpa biaya) atau lewat ditransfer ke kartu kredit (dengan biaya $5).

Buat pebisnis indonesia ini adalah berita yang sangat baik. Harap digunakan tanpa menyalahkan peraturan. BACA BAIK-BAIK PERATURANNYA sebelum melakukan aktifitas. Paypal sangat strict dalam hal-hal yang mencurigakan dan aneh. Sudah banyak pebisnis luar yang di ban dan bahkan ada yang dilaporkan ke polisi atau dituntut karena melakukan hal-hal yang merugikan.

Mari kita gunakan kepercayaan yang diberikan oleh paypal dengan baik. Jangan seperti kasus adsense dimana banyak teman-teman kita yang cuman main curang dan akhirnya diban. Jangan sampai adsense dan paypal mendapat citra buruk mengenai Indonesia hanya karena segelintir orang2 yang melanggar peraturan.

Silahkan dicoba fitur terima uang paypalnya :D

Untuk paypal personal bisa liat langsung di Paypal. Daftar gratis (kalau belum tau).

Untuk paypal bisnis yang bisa terima payment dari credit card, klik link dibawah. Ada start-up fee untuk paypal bisnis.

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Tahun 2007

Wednesday, January 3rd, 2007

Selamat Tahun Baru 2007 yah buat semuanya. Semoga di tahun 2007 ini bisnis bisnis online anda semakin makin oke. Kalo prediksi saya sih kemungkinan di tahun 2007 ini orang indo yang makin jago di adsense makin banyak karena masi banyak peluang di topik niche.

Kalo bisnis MLM online mungkin rada menurun karena banyaknya penipuan sehingga orang gak percaya lagi. Mengkaya jangan nipu yah… kan kasian teman bisnis internet kita yang mau serius atau yang sedang belajar.