UOB Asset Management Soroti Ketahanan Ekonomi Global di Tengah Kondisi yang Semakin Tidak Menentu

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 02:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINGAPURA, 24 Juli 2026 /PRNewswire/ — UOB Asset Management (UOBAM) meluncurkan publikasi 3Q 2026 Quarterly Investment Strategy yang menyoroti ketahanan ekonomi global yang tetap terjaga di tengah berbagai tantangan, mulai dari inflasi, tarif perdagangan, ketegangan geopolitik, hingga gejolak di pasar energi.

Selama 18 bulan terakhir, perekonomian global terus menghadapi berbagai tekanan. Namun, aktivitas ekonomi tetap tumbuh solid. Laba perusahaan di berbagai kawasan utama masih terjaga, pasar tenaga kerja tetap kuat, sementara investasi pada infrastruktur kecerdasan buatan (AI) terus menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan.

Meski ketidakpastian masih membayangi, ketahanan tersebut memperkuat keyakinan bahwa siklus ekspansi ekonomi global masih akan berlanjut meski berbagai risiko terus bermunculan.

Untuk proyeksi suku bunga, UOBAM menilai Bank Sentral Amerika Serikat lebih berpeluang mempertahankan suku bunga acuannya pada level saat ini untuk periode yang lebih panjang ketimbang memulai siklus kenaikan suku bunga. Kendati inflasi yang masih relatif tinggi dan perkembangan geopolitik terbaru mendorong risiko kenaikan harga, UOBAM melihat tekanan inflasi yang mendasarinya terus mereda, terutama pada sektor perumahan dan upah.

Di pasar saham, UOBAM tetap optimistis terhadap prospek Asia dan menaikkan rekomendasi saham milik emiten yang tercatat di bursa efek Tiongkok daratan menjadi overweight dari sebelumnya underweight. Meski indeks saham Asia telah menguat signifikan, valuasinya masih lebih rendah dibandingkan pasar saham global, sedangkan pertumbuhan laba perusahaan terus meningkat. Menurut UOBAM, kombinasi pertumbuhan laba yang kuat dan valuasi yang menarik menciptakan peluang investasi yang menjanjikan. Di Tiongkok, membaiknya laba sektor industri serta pertumbuhan berkelanjutan di sektor-sektor bernilai tambah tinggi semakin memperkuat prospek investasi, khususnya pada sektor AI, semikonduktor, infrastruktur energi, dan manufaktur berteknologi maju.

Baca Juga :  Membawa Tradisi Pendidikan Berasrama asal Inggris ke Vietnam

Head, UOBAM Multi-Asset Strategy, Anthony Raza, mengatakan, "Pesan utama bagi investor adalah ekonomi global telah berulang kali mampu menghadapi berbagai guncangan tanpa kehilangan momentum pertumbuhan. Di tengah ketidakpastian yang masih tinggi, kami tetap melihat peluang investasi yang menarik di Asia karena didukung pertumbuhan laba perusahaan yang kuat serta valuasi yang atraktif. Kami juga tetap mempertahankan emas sebagai salah satu alokasi investasi pilihan di tengah kondisi pasar yang semakin kompleks."

Dalam hal strategi alokasi aset, UOBAM tetap mempertahankan posisi overweight untuk instrumen saham, mempertahankan portofolio yang terdiversifikasi pada instrumen pendapatan tetap, serta underweight pada kas. UOBAM juga tetap mengunggulkan pasar saham Amerika Serikat dan Asia, sekaligus mempertahankan prospek positif terhadap emas. Didukung tingginya permintaan dari bank-bank sentral dan perannya sebagai aset lindung nilai saat ketidakpastian meningkat, emas tetap menjadi instrumen penting untuk menjaga diversifikasi portofolio.

Analisis lengkap mengenai prospek pasar saham, instrumen pendapatan tetap, mata uang, dan komoditas dapat dibaca dalam laporan lengkap 3Q 2026 Investment Strategy: https://uobam.com.sg/qis3q26

Tentang UOB Asset Management 

UOB Asset Management Ltd (UOBAM) merupakan anak usaha United Overseas Bank Limited. Berdiri pada 1986, UOBAM telah berpengalaman sekitar 40 tahun mengelola skema investasi kolektif dan discretionary fund di Singapura. UOBAM merupakan pengelola unit trust terbesar berdasarkan dana kelolaan di Singapura. Hingga 30 Juni 2026, UOBAM mengelola 63 unit trust di Singapura. Bersama anak-anak usahanya, UOBAM mengelola aset klien senilai S$44,3 miliar.

Baca Juga :  DoGo Power Raih Top Innovation Award 2026 dari EUPD Research di Eropa

Berkantor pusat di Singapura, UOBAM memiliki jangkauan yang kuat di Asia melalui kantor-kantor perwakilan di Brunei, Indonesia, Jepang, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Jaringan UOBAM mencakup UOB Islamic Asset Management Sdn Bhd di Malaysia, sebuah usaha patungan yang didirikan bersama Ping An Fund Management Company Limited (China), serta aliansi strategis bersama sejumlah mitra, seperti Wellington Management Singapore.

UOBAM merupakan salah satu manajer investasi yang paling banyak meraih penghargaan, lebih dari 380 penghargaan. Pada 2025, UOBAM sukses meraih gelar " Best Regional Asset Management Company" dari Asia Asset Management, serta "Best Asset Management House in Asia – 20 Years" pada 2023. Inovasi digital UOBAM juga telah memperoleh banyak pengakuan, termasuk "Best Digital Wealth Management in Asia"[1] dan "Best Robo Advisory Initiative"[2] selama empat tahun berturut-turut pada 2025.

Sebagai pemimpin layanan investasi berkelanjutan, UOBAM berhasil meraih gelar "Best application of ESG in ASEAN"[3] (2023), serta memenangkan berbagai penghargaan dalam bidang keberlanjutan di Indonesia dan Thailand. Lebih lagi, keahlian UOBAM dalam bidang kecerdasan buatan telah dinobatkan sebagai "Most Innovative Application of Artificial Intelligence (ASEAN)" selama tiga tahun berturut-turut[4].

Media sosial UOBAM: LinkedIn | Facebook

[1] Penghargaan dari Asia Asset Management

[2] Penghargaan dari The Digital Banker dalam ajang "Global Retail Banking Innovations Award"

[3] Penghargaan dari Asia Asset Management

[4] Hingga 2026, diberikan oleh Asia Asset Management

Berita Terkait

Xinhua Silk Road: Forum di Jakarta Perkuat Kerja Sama Perpajakan antara Negara-Negara “Belt and Road”
Satu Perjalanan, Dua Pengalaman: Berobat Dan Berwisata Di Selangor
3C Bergabung dengan Datalec untuk Membentuk Platform Layanan Pendinginan Cair dan Layanan Pusat Data dengan Pendapatan Lebih dari US$400 Juta
Pemilik Rumah di Indonesia Kini Dapat Mengonfigurasi Homelift Otis dan Mendapatkan Estimasi Harga Secara Online
Net5.5G Intelligent IP Network Summit Soroti Pentingnya Jaringan IP yang Aman dan Tangguh untuk Mendorong Pertumbuhan di Era AI
Grup Perhotelan Uzbekistan TEG Rampungkan Penggabungan Usaha di AS
Semangat Guan Gong Satukan Generasi Muda di Berbagai Negara
Program Executive MBA di SMU Tembus Peringkat 50 Besar Dunia dalam Daftar yang Dirilis Financial Times
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Xinhua Silk Road: Forum di Jakarta Perkuat Kerja Sama Perpajakan antara Negara-Negara “Belt and Road”

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Satu Perjalanan, Dua Pengalaman: Berobat Dan Berwisata Di Selangor

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:56 WIB

3C Bergabung dengan Datalec untuk Membentuk Platform Layanan Pendinginan Cair dan Layanan Pusat Data dengan Pendapatan Lebih dari US$400 Juta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:59 WIB

Pemilik Rumah di Indonesia Kini Dapat Mengonfigurasi Homelift Otis dan Mendapatkan Estimasi Harga Secara Online

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:58 WIB

Net5.5G Intelligent IP Network Summit Soroti Pentingnya Jaringan IP yang Aman dan Tangguh untuk Mendorong Pertumbuhan di Era AI

Berita Terbaru