CGTN: 75 Tahun Xizang: Harmoni Pembangunan dan Pelestarian Budaya Ciptakan “Keajaiban di Atap Dunia”

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 05:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEIJING, 25 Mei 2026 /PRNewswire/ — Tahun 2026 menandai 75 tahun pembebasan damai Xizang. Bagi Liang Junyan, peneliti di Institute of History Studies, China Tibetology Research Center, momen ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan perubahan besar yang telah ia saksikan selama lebih dari dua dekade meneliti sejarah dan budaya wilayah tersebut.

National Highway 219 beside Lake Peiku in Shigatse, Xizang Autonomous Region in southwest China, January 3, 2026. /Xinhua
National Highway 219 beside Lake Peiku in Shigatse, Xizang Autonomous Region in southwest China, January 3, 2026. /Xinhua

Saat pertama kali menginjakkan kaki di Xizang pada musim panas 2007, perjalanan dari bandara menuju pusat kota masih terasa panjang dan melelahkan. Deretan rumah di sepanjang perjalanan juga tampak sederhana dan banyak yang telah termakan usia. Namun, ketika kembali hampir dua dekade kemudian, Liang menyaksikan wajah Xizang yang jauh berbeda.

Keajaiban Pembangunan Selama 75 Tahun

Sejak pembebasan damai dan reformasi demokratis, Xizang mengalami perubahan drastis dalam berbagai bidang. Produk domestik bruto (PDB) wilayah ini meningkat dari RMB 327 juta (sekitar US$47,87 juta) pada 1965 menjadi RMB 303,2 miliar (sekitar US$44,39 miliar) pada 2025. Kemiskinan ekstrem telah dihapuskan, angka harapan hidup rata-rata mencapai 72,5 tahun, dan Xizang menjadi salah satu wilayah pertama di Tiongkok yang menerapkan pendidikan gratis selama 15 tahun.

Di balik capaian ekonomi tersebut, masyarakat setempat juga merasakan peningkatan kualitas hidup yang nyata. Panjang jaringan jalan raya di Xizang kini telah melampaui 120.000 kilometer. Selain itu, jaringan jalan bebas hambatan "Lima Kota, Tiga Jam" yang berpusat di Lhasa telah terhubung sepenuhnya sehingga perjalanan antarpusat ekonomi utama ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam.

Baca Juga :  RobotPlusPlus Pasok Robot Hydroblasting Ramah Lingkungan untuk NOSCO Shipyard di Vietnam

Pelestarian Budaya yang Terus Diperkuat

Di saat yang sama, budaya tradisional Xizang juga mendapatkan perlindungan yang semakin sistematis. Epos Raja Gesar, Opera Tibet, dan terapi mandi obat Lum dalam pengobatan tradisional Sowa Rigpa telah tercantum dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Sepanjang 2012 hingga 2024, pemerintah pusat dan pemerintah daerah mengalokasikan dana sebesar RMB 473 juta (sekitar US$69,25 juta) untuk pelestarian warisan budaya takbenda.

Penggunaan dan pembelajaran bahasa Tibet juga berkembang pesat. Seluruh sekolah dasar dan menengah kini menyediakan pembelajaran dalam bahasa Mandarin standar dan bahasa Tibet. Media berbahasa Tibet pun kini hadir melalui berbagai platform.

Ketika Pembangunan dan Budaya Saling Menguatkan

Sebagian pihak beranggapan bahwa daya tarik Xizang justru terletak pada kondisi tradisionalnya yang sederhana dan jauh dari modernisasi. Dalam pandangan tersebut, pembangunan jalan, jaringan listrik, maupun pendidikan modern dianggap berpotensi mengancam budaya lokal.

Namun, menurut Liang, pandangan itu mengabaikan satu kenyataan mendasar, yakni pelestarian budaya tanpa dukungan kesejahteraan ekonomi akan sulit bertahan dalam jangka panjang. Ia mengisahkan pengalaman seorang pelukis Thangka lanjut usia yang pernah mengatakan bahwa tantangan terbesar dalam mencari murid bukanlah bakat, melainkan kondisi ekonomi keluarga. Banyak keluarga lebih memilih pekerjaan menggembala yang menghasilkan pendapatan langsung ketimbang mengikuti proses magang seni yang membutuhkan waktu tiga hingga lima tahun. Karena itu, peningkatan infrastruktur, layanan publik, dan pendapatan masyarakat menjadi faktor penting agar pelestarian budaya dapat terus berlangsung.

Baca Juga :  WEPACK 2026 Ditutup dengan Rekor Baru, Perkuat Posisi Tiongkok di Industri Kemasan Global

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi saja juga tidak otomatis menjamin perkembangan budaya. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah, mulai dari pendanaan warisan budaya takbenda senilai RMB 473 juta (US$69,25 juta), pembangunan sekolah modern di dataran tinggi, hingga pembangunan jalan yang menghubungkan kawasan perkotaan dan pedesaan, menunjukkan hasil pembangunan ekonomi yang diinvestasikan kembali untuk memperkuat pelestarian budaya.

Berdasarkan pengamatannya selama lebih dari 20 tahun, Liang menilai Xizang saat ini telah memasuki tahap pembangunan yang sama sekali baru. Menurutnya, kemajuan tersebut didorong oleh pendekatan tata kelola yang menekankan persatuan nasional dengan tetap menghormati keberagaman budaya. Prinsip ini tecermin dari pembangunan infrastruktur, upaya dokumentasi warisan budaya takbenda, hingga berbagai program perlindungan lingkungan. Pembangunan ekonomi menyediakan fondasi material bagi pelestarian budaya, sementara budaya memberikan kohesi sosial dan nilai-nilai yang memperkuat pembangunan. Keduanya bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi. Perpaduan itulah yang, menurut Liang, melahirkan apa yang ia sebut sebagai "keajaiban di Dataran Tinggi Bersalju".

https://news.cgtn.com/news/2026-05-23/Xizang-at-75-Development-and-culture-create-a-miracle-on-Earth–1Nfwi0ShDKE/p.html

Berita Terkait

NagaWorld Raih Sertifikasi Great Place To Work® 2026 dengan Skor Trust Index™ 97%
IGEL Hadirkan Now & Next Workspace & Endpoint Security Summit di Melbourne, Australia
60 Seconds to Tokyo: Sensasi Japanese Street Food di Lebih dari 130 Archipelago Hotels di Indonesia
Shanghai Electric Dukung Pengisian Bahan Bakar Biometanol untuk Kapal dengan Volume Terbesar di Dunia
Lianlian DigiTech Catat Kinerja Solid pada Semester I-2026
Diberi penghargaan oleh K-Digital Brand Award dan Singapore Good Design Award, EZVIZ kembali menegaskan kepemimpinannya dalam inovasi produk dan teknologi
Lancia Consult Raih Great Place To Work® Certification™ di Empat Negara
“Toy Story | PEACEMINUSONE: THE FIRST FAN” Hadir di Harbour City sebagai Persinggahan Keempat dalam Tur Globalnya
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:06 WIB

NagaWorld Raih Sertifikasi Great Place To Work® 2026 dengan Skor Trust Index™ 97%

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:40 WIB

IGEL Hadirkan Now & Next Workspace & Endpoint Security Summit di Melbourne, Australia

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:54 WIB

60 Seconds to Tokyo: Sensasi Japanese Street Food di Lebih dari 130 Archipelago Hotels di Indonesia

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:37 WIB

Shanghai Electric Dukung Pengisian Bahan Bakar Biometanol untuk Kapal dengan Volume Terbesar di Dunia

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:32 WIB

Lianlian DigiTech Catat Kinerja Solid pada Semester I-2026

Berita Terbaru

Pers Rilis

Lianlian DigiTech Catat Kinerja Solid pada Semester I-2026

Jumat, 21 Agu 2026 - 06:32 WIB