Keamanan Berbasis Teknologi Cerdas untuk Makau: CTM dan Huawei Berkolaborasi Memperkuat Keamanan Jaringan di Era AI

- Jurnalis

Senin, 19 Oktober 2026 - 05:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WINA, 19 Oktober 2026 /PRNewswire/ — Di ajang Network X 2026, CTM memaparkan rencana pengembangan jaringan yang aman. Perusahaan telekomunikasi tersebut mempercepat transformasi jaringan dari sekadar sarana konektivitas menjadi infrastruktur yang cerdas, andal, dan aman. Langkah ini akan mempercepat transformasi digital dan penerapan teknologi cerdas di kalangan perusahaan di Makau.

Hudson Lou, Head of Network Services and Development at CTM, delivering a keynote speech
Hudson Lou, Head of Network Services and Development at CTM, delivering a keynote speech

Kebutuhan jaringan yang mampu mendukung AI dengan keandalan tinggi dan latensi rendah mendorong CTM mengembangkan infrastruktur yang lebih cerdas, andal, dan aman. Dengan menerapkan AGW dan mengintegrasikan kemampuan AI ke dalam broadband network gateway (BNG), CTM membuat jaringan mampu mengenali kebutuhan layanan dan menyesuaikan arus penggunaan data secara dinamis. Dengan demikian, data dapat dialihkan melalui jalur paling optimal untuk meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus menekan biaya bandwidth internasional.

Melalui pengembangan AGW 2.0, CTM akan mengintegrasikan telemetri dan perangkat analisis berbasis AI untuk beralih dari optimalisasi manual menuju proses optimalisasi otomatis. Lewat langkah ini, CTM dapat menghadirkan layanan yang lebih terukur dan sesuai kebutuhan untuk berbagai skenario bernilai tambah tinggi. Upaya tersebut juga dapat mendorong pertumbuhan pendapatan dari segmen pelanggan pemerintah dan perusahaan.

Baca Juga :  CGTN: Bagaimana Jalur Pembangunan Tiongkok Menjadi Model bagi Pertumbuhan Global

CTM menilai keamanan jaringan ke depan tidak cukup hanya mengandalkan firewall di titik masuk jaringan. Fitur keamanan perlu terintegrasi langsung ke dalam jaringan. Untuk mewujudkan pendekatan tersebut, CTM mengidentifikasi tiga bidang utama sebagai fokus modernisasi jaringan:

  1. Keamanan perangkat sebagai fitur bawaan (built-in): Dengan keamanan dan analisis perilaku berbasis AI sebagai fitur bawaan, perangkat dapat mendeteksi aktivitas tidak wajar secara real time. Pendekatan ini menggeser sistem pertahanan konvensional yang mengandalkan pencocokan tanda tangan digital dan aturan tertentu menuju deteksi cerdas berdasarkan perilaku.
  2. Fitur keamanan sebagai layanan (security capabilities as a service). Dengan menggabungkan berbagai kapabilitas keamanan, seperti perlindungan terhadap serangan distributed denial-of-service (DDoS), intrusion prevention system (IPS), dan anti-phishing, operator telekomunikasi dapat menyediakan layanan keamanan jaringan dalam hitungan hari. Melalui pendekatan ini, penerapan manual tidak lagi dibutuhkan di lokasi pelanggan. Pelanggan dari kalangan pemerintah dan perusahaan dapat berlangganan layanan keamanan sesuai kebutuhan sehingga operator semakin cepat menghasilkan pendapatan dari fitur keamanan jaringan.
  3. Kesiapan menghadapi era komputasi kuantum. Untuk menghadapi risiko keamanan baru yang ditimbulkan komputasi kuantum terhadap sistem kriptografi konvensional, CTM dan Huawei menggagas kerja sama inovasi untuk menghadirkan arsitektur IP yang mengintegrasikan komunikasi quantum key distribution (QKD). Inisiatif ini membantu operator telekomunikasi memajukan validasi teknologi yang siap untuk komputasi kuantum dan perencanaan jaringan secara proaktif. Langkah ini akan menghadirkan fitur keamanan generasi baru untuk transmisi data di industri strategis. Selain itu, solusi QKD inovatif yang terintegrasi langsung dengan jaringan dapat menghemat biaya operasi dan pemeliharaan (O&M) secara drastis.
Baca Juga :  AICPA dan CIMA Luncurkan Rise2040

Selain menjadi landasan untuk meningkatkan daya saing jaringan Makau, peta jalan pengembangan teknologi ini juga menjadi referensi baru bagi operator telekomunikasi di seluruh dunia untuk beralih ke jaringan cerdas dan aman pada era AI.

Berita Terkait

Toleransi Nol Terhadap Pembakaran: RSPO Memperkuat Standar Ketat Tanpa Pembakaran
“Unleash Your Edge”: ZHITAI Gandeng Phantom Blade Zero, Perkuat Ekspansi Global Lewat Kolaborasi Strategis
The Ritz-Carlton, Bali Perkuat Komitmen terhadap Kemewahan yang Bertanggung Jawab melalui Sertifikasi Green Key
Envision Terapkan SAFc untuk Pertama Kalinya di Luar Negeri dalam Ajang Global Citizen NOW, Dukung Penurunan Emisi CO₂ Setara 10 Ton
Tin Men Capital Pimpin Pendanaan Seri A US$7,4 Juta untuk Usaha Rintisan Ailytics yang Bergerak di Bidang “Vision AI”, Bidik Ekspansi ke Asia Pasifik, AS, dan Kawasan Teluk
Yeastar Umumkan Pemenang Yeahs Awards 2026, Apresiasi Inovasi AI dan Kesuksesan Mitra
Casio Luncurkan Jam Tangan Mekanis Berbobot Ringan dengan Tampilan Waktu yang Mudah Dibaca
Penerjemah dan Insan Media dari Tiongkok dan Berbagai Negara Bahas Penggerak Baru Pembangunan Yantai
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Toleransi Nol Terhadap Pembakaran: RSPO Memperkuat Standar Ketat Tanpa Pembakaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:01 WIB

“Unleash Your Edge”: ZHITAI Gandeng Phantom Blade Zero, Perkuat Ekspansi Global Lewat Kolaborasi Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:48 WIB

The Ritz-Carlton, Bali Perkuat Komitmen terhadap Kemewahan yang Bertanggung Jawab melalui Sertifikasi Green Key

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:23 WIB

Envision Terapkan SAFc untuk Pertama Kalinya di Luar Negeri dalam Ajang Global Citizen NOW, Dukung Penurunan Emisi CO₂ Setara 10 Ton

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:57 WIB

Tin Men Capital Pimpin Pendanaan Seri A US$7,4 Juta untuk Usaha Rintisan Ailytics yang Bergerak di Bidang “Vision AI”, Bidik Ekspansi ke Asia Pasifik, AS, dan Kawasan Teluk

Berita Terbaru